“Agenda Penyelamatan Bangsa”: Garis Besar Platform Kebijakan Partai Keadilan (PK) Sejahtera – Inisiatif PK Sejahtera

E. Inisiatif PK Sejahtera
Setelah menelusuri akar masalah kebangsaan dan mencari solusi bersama, patut disimak kembali ketentuan suci tentang kaum yang akan mendapatkan kemenangan. Mereka yang sanggup melepaskan diri dari berbagai krisis yang mengepung dirinya, tabah dalam menghadapi segala ujian, sesuai firman Allah Yang Maha Agung: “Betapa banyak Nabi yang berjuang bersamanya para pengikut yang bertakwa. Mereka tidak putus asa (wahn) karena bencana yang menimpa di jalan Allah, tidak lemah (dla’fu), dan tidak pula menyerah (istikan). Dan Allah mencintai orang-orang yang bersabar.” (QS Ali Imran: 146).

Dalam situasi penuh tekanan, krisis yang terus menjerat, maka bangsa Indonesia harus menghilangkan sifat wahn (lost heart), dla’fu (weak in will), dan istikan (give up). Kita urai dan selesaikan permasalahan satu per satu, secara sistematis dan simultan, sambil mencari langkah terobosan yang dapat membawa perubahan fundamental. PK Sejahtera mengambil inisiatif kecil yang berdaya ungkit besar untuk menyelesaikan masalah kebangsaan, antara lain:

1. Membangun organisasi yang solid dan berdisiplin tinggi sebagai role model kekuatan reformis. Demonstrasi damai, santun dan tertib merupakan keunikan di tengah situasi kekacauan massal. Walaupun dalam jumlah besar, puluhan ribu dan ratusan ribu orang demonstran PK Sejahtera, tidak menimbulkan kerusuhan. ”No glass is falling (tak perlu satu pun gelas jatuh)”, untuk memperjuangkan sebuah aspirasi kebenaran. Memang bukan watak bangsa ini untuk terus bertikai dan berbuat keonaran. Menyebarnya provokasi diikuti hambatan komunikasi menyulut anarki. Karena itu dibutuhkan barisan yang sadar dan berdisiplin dalam mengemban misi kolektif.

2. Mencetak kader-kader pemimpin yang amanah, kapabel dan kompeten, serta konsisten dalam menjalankan tugas publik. Kader PK Sejahtera terdiri dari kalangan guru, dosen, karyawan swasta, pegawai negeri, wirausaha, kaum profesional, akademisi, pelajar dan mahasiswa. Mereka menjalani tugas kemasyarakatan dengan penuh tanggung jawab, walaupun dengan kompensasi ala kadarnya, bahkan sering tak memadai. Sebagai contoh kecil, Menhutbun Nur Mahmudi Ismail (yang tercatat sebagai Presiden pertama PK) dan Sekjennya Soeripto berhasil memenjarakan koruptor dan menyelamatkan dana reboisasi yang masuk kategori nonanggaran sebesar Rp 7,8 trilyun. Begitu pula anggota legislatif PK Sejahtera di tingkat pusat (DPR) maupun daerah (DPRD I dan II) mengembalikan uang sogok total Rp 5,3 milyar dan menyelamatkan uang negara senilai Rp 739,6 milyar selama empat tahun berkiprah.

3. Melakukan pendidikan politik kerakyatan yang otentik dan membebaskan, bukan dengan politik uang dan intimidasi. Prinsip melayani dan memberi contoh amat ditekankan bagi kalangan pimpinan dan fungsionaris partai. Rakyat pendukung PK Sejahtera terdiri dari kalangan petani, nelayan, buruh, pedagang kecil, dan kelompok yang tersingkirkan – semuanya harus mendapatkan hak mereka yang terampas. Karena itu, PK Sejahtera berinisiatif membeli gabah petani di saat jatuhnya harga gabah (Gerakan Nasional Peduli Petani), mendampingi buruh dalam memperoleh hak normatifnya, mengadvokasi kepentingan nelayan (Gerakan Nelayan Sejahtera), membina anak jalanan, serta merintis wirausaha mandiri di kalangan masyarakat miskin kota.

4. Membangun hubungan lintas kelompok dan lintas kepentingan, dengan memprioritaskan kepentingan umat dan bangsa yang lebih luas. Secara khusus di kalangan umat Islam, PK Sejahtera mendorong silaturahmi antar elite dan anggota organisasi yang berbeda aliran. Dalam tataran kebangsaan, PK Sejahtera turut serta mempertemukan seluruh komponen bangsa untuk menangani berbagai isu strategis: kekerasan komunal (Forum Indonesia Damai), penjajahan global (Masyarakat Anti Perang), bencana alam dan korban konflik sosial (Hari Kesetiakawanan Nasional).

5. Membina moral generasi muda, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa, dalam menemukan jatidiri mereka di tengah terpaan modernisasi dan globalisasi budaya. PK Sejahtera sering disebut “Partai Kaum Muda”, bukan hanya karena kebanyakan pengurus dan kadernya adalah generasi muda, melainkan karena “spirit kemudaan” (pembaharuan moral) akan tetap dipertahankan. Pembinaan generasi dirancang dalam program kaderisasi yang tertata dengan baik dan memiliki tujuan jelas: “membentuk manusia Indonesia yang mampu memperbaiki dirinya dan akhirnya memimpin dunia”.

6. Menumbuhkan budaya dan gaya hidup yang sejalan dengan tuntutan syariat serta kesantunan masyarakat. Upaya pemasyarakatan jilbab dan kerudung di kalangan perempuan muslimah berlangsung dengan penuh kerelaan, sebab tak ada paksaan dalam menjalankan perintah agama. Sehingga akhirnya membentuk kesadaran baru dan menampilkan gaya hidup yang elegan di kalangan perempuan. Pengenalan nasyid dan pembangkitan kembali marawis serta jenis hiburan rakyat yang penuh pesan moral. Membina kader-kader penulis cerita pendek dan novel, serta sineas muda yang menyajikan tayangan dakwah dengan format seni kontemporer. Semua itu dilakukan dalam koridor dakwah yang moderat dan adaptif.

7. Merintis solidaritas nasional dan internasional dalam merespon masalah yang berkembang. Kepedulian terhadap masalah-masalah global dipandang penting, walaupun tetap memprioritaskan masalah lokal dan nasional. Keseimbangan peran dan perhatian itu akan memberi manfaat pada posisi Indonesia di tengah hubungan antarbangsa. Lobi-lobi strategis digalang dengan lembaga kemasyarakatan atau pimpinan pemerintahan yang memiliki komitmen sama terhadap pembebasan negeri-negeri tertindas dan penyelamatan negeri-negeri miskin yang terjerat utang. Inilah “diplomasi untuk keadilan dan kesejahteraan bangsa-bangsa”.

8. Mengembangkan Pos Wanita Keluarga Sejahtera sebagai pusat pelayanan keluarga untuk kesehatan ibu dan anak. Disamping itu juga difungsikan sebagai sarana penyadaran dan pemberdayaan kaum perempuan, serta peningkatan peran keluarga selaku fondasi masyarakat madani. Lebih luas lagi, mengelola Posko Rakyat Adil Sejahtera sebagai arena pelayanan medis, bantuan sosial, konsultasi agama, terapi alternatif (ruqyah), dan pengembangan ekonomi masyarakat. Pengelompokan masyarakat dalam satuan-satuan kecil (halaqah) akan memudahkan pembinaan dan pencarian solusi yang tepat sasaran. Komunitas kecil juga dapat menjadi kantong penyelamat, apabila negara berada dalam keadaan bahaya besar.

9. Mendorong terselenggaranya pendidikan berongkos murah dengan kualitas tetap terjaga, seperti pendirian Sekolah Terbuka atau Sekolah Rakyat yang menampung anggota masyarakat yang tidak mampu. Banyak pemuda putus sekolah yang tertolong dengan aksi ini, sehingga mereka dapat menamatkan pendidikan dasar dan menengah yang memadai sebagai prasyarat untuk meniti kerja atau mengembangkan potensi diri. Ribuan tenaga pendidik dikerahkan di seluruh pelosok Tanah Air, dengan semangat kesukarelaan yang tinggi. Mereka benar-benar pahlawan tanpa tanda jasa dalam usia yang rata-rata masih sangat muda. PK Sejahtera juga mendukung sepenuhnya penyelenggaraan pendidikan model Sekolah Islam Terpadu yang secara nyata menjabarkan tujuan pendidikan untuk membentuk siswa cerdas dan berakhlak mulia. Tumbuh pesatnya model sekolah ini di berbagai wilayah Tanah Air merupakan bukti kongkrit bahwa sekolah tersebut diapresiasi oleh masyarakat luas.

10. Memelopori usaha swadaya berskala mikro dengan bantuan permodalan melalui Baitul Mal wa Tamwil (BMT), yang kemudian berkembang menjadi Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS). Dari cikal bakal lembaga mikro ini lahir gagasan pembentukan Bank Muamalah atau bank umum yang berciri syariah. Dalam tataran nasional terbukti perbankan syariah cukup teruji menghadapi gempuran krisis ekonomi. Langkah selanjutnya mengembangkan sistem perniagaan berjenjang (multi level marketing, MLM) yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Unit-unit produksi rumah tangga dan skala mikro bertumbuhan seiring dengan perluasan jaringan pemasaran, sehingga proses produksi dan distribusi barang dan jasa tak dimonopoli oleh kekuatan modal tertentu. Disamping itu, hak konsumen untuk memperoleh produk murah dan berkualitas dapat terpenuhi.

11. Mendukung sepenuhnya pengelolaan pers yang jujur, bebas, dan bertanggung-jawab sebagai mediator komunikasi publik. Pers yang profesional dan kredibel dapat berperan sebagai pilar keempat demokrasi yang kokoh. Untuk itu kader-kader PK Sejahtera yang berprofesi sebagai jurnalis mempromosikan sikap anti amplop (suap) dalam menjalankan tugasnya. Tentu saja inisiatif itu harus diikuti dengan peningkatan kesejahteraan jurnalis yang kompetitif oleh perusahaan media masing-masing. Kebebasan pers dan kebebasan berekspresi harus disokong oleh seluruh komponen masyarakat, sebab para jurnalis menjadi penyuluh kehidupan. Jurnalisme tak hanya disikapi sebagai hobi, okupasi atau profesi semata, melainkan juga devosi – arena pengabdian dan perjuangan dalam rangka menyuarakan kebenaran dan membongkar kepalsuan informasi.

12. Membangun gerakan rakyat (civil society) yang mandiri dan berdaya dalam lingkup wilayah dan bidang tugas masing-masing. Banyak kader PK Sejahtera yang menjadi pendiri kelompok tani dan nelayan, serikat pekerja dan asosiasi profesional, serta perkumpulan kaum perempuan dan klub remaja/pemuda. Mereka sangat memahami posisinya sebagai faktor pengubah lingkungan, karena wawasan yang integral dalam hal pengelolaan gerakan sosial, kultural, dan politikal. Dengan basis yang kokoh, mereka tak akan bergantung pada bantuan pemerintah atau dikooptasi oleh tokoh tertentu.

13. Menyemai bibit kepakaran dalam berbagai bidang ilmu dan aspek pembangunan dengan mendukung lembaga pemikiran (think tank) atau lembaga riset swasta dan pemerintah. Komunitas PK Sejahtera menyebarkan kebajikan di seluruh sektor pembangunan bangsa, seraya menyulut semangat perubahan. Hal itu membuktikan kesiapan dalam menjawab permasalahan bersama dan memimpin pembaharuan masyarakat. Indonesia bisa diselamatkan dari keterpurukan, bila mampu menggelorakan pusat-pusat kecerdasan (centre of excellence) dan agen perubahan yang kompeten.

14. Memompa jiwa sportivitas dalam beragam bentuk kegiatan olahraga dan kepanduan yang dapat memperkuat semangat bela negara. Luasnya wilayah negara kesatuan dan besarnya ancaman yang dihadapi Indonesia menuntut kesadaran warga masyarakat untuk siap membela negara, bilamana diperlukan. Setidak-tidaknya pengetahuan tentang informasi strategis, keterampilan membela diri, serta ketahanan fisik harus dikembangkan. Semua itu dihayati sebagai bagian dari pendidikan kewargaan (civic education).

15. Membentuk Posko Kemanusiaan di sejumlah daerah konflik, dengan mengerahkan tenaga medis dan paramedis serta sukarelawan. Kegiatan pasca konflik juga dilanjutkan dengan menjadi mediator bagi proses rehabilitasi dan rekonsiliasi antar kelompok yang pernah bertikai. Konsentrasi utama ditujukan kepada pendidikan anak dan remaja yang terbengkalai, dan pemulihan kondisi psikologis kaum perempuan yang menjadi korban konflik paling rentan.

16. Menumbuhkan kesadaran atas kelestarian sumber daya dalam bentuk kegiatan pecinta alam dan aksi peduli lingkungan. Kedekatan manusia dengan alam sekitarnya merupakan tuntunan Ilahi, karena peran manusia sebagai khalifah dan pemakmur di muka bumi. Pemanfaatan sumber daya tak boleh menjadi proyek eksploitasi jangka pendek, dengan mengorbankan keselamatan generasi masa datang. Karena itulah, kader PK Sejahtera menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini melalui penularan norma kebersihan, penghematan, dan pemeliharaan daya dukung alam untuk kesejahteraan manusia.

Demikianlah ringkasan akar masalah kebangsaan beserta solusi alternatifnya, serta tawaran agenda bersama, dan inisiatif yang tekah dirintis oleh PK Sejahtera. Masih banyak lagi insiatif dan aksi kreatif yang belum disebutkan. Tentu banyak pula kelompok sosial-politik lain yang telah menempuh insiatif serupa, bahkan mungkin lebih bermakna lagi. PK Sejahtera membuka diri seluas-luasnya bagi aliansi perbaikan nasib bangsa yang sedang terpuruk ini.

Pemahaman masalah yang jernih dan pilihan solusi yang kongkrit akan membuat aliansi kaum reformis (reformist alliance) lebih berdaya tahan. Jangan biarkan kekuatan status quo lama (old establishment) dan baru (new establishment) bersatu dengan kekuatan global (global establishment) yang ingin mencengkeram dunia dalam genggaman hegemoninya. ***

Tinggalkan Balasan